Powered by Blogger.

TULISAN TERPOPULER

Showing posts with label Dharma. Show all posts
Showing posts with label Dharma. Show all posts

Dharma Santi, Rangkaian Hari Raya Nyepi

ilustrasi foto perayaan dharma santi dengan presiden SBY

Rangkaian hari raya nyepi secara umum di bagi menjadi 6 rangkaian laku. Ke-Enam prosesi itu meliputi upakara melasti, menghaturkan bhakti, tawur agung, nyepi, ngembak geni dan yang terakhir adalah dharma santi. Dharma santi merupakan bagian akhir dari rangkaian hari raya nyepi. Sebagai rangkaian akhir dharma santi merupakan hal yang wajib dilaksanakan baik di lingkungan keluarga, warga dekat, maupun warga bangsa. 

Sadhana sederhana ala tetua Bali by Rumah Dharma - Hindu Indonesia


Dalam kehidupan sehari-hari, pikiran dapat dimurnikan dengan keramahan dan kehangatan kepada mereka yang sedang bahagia, welas asih dan kebaikan kepada mereka yang sedang sengsara, mendukung dan membantu orang-orang yang baik hati, serta tidak menghakimi dan menilai [bersikap netral] kepada orang-orang yang kita rasa jahat atau salah.
[Yoga Sutra 1.33]

Ada seorang sahabat di Facebook yang datang kepada saya dan berkata, ”saya kurang memahami ajaran dharma, tolong berikan kepada saya cara sadhana [disiplin religius] yang sederhana dan mudah diingat, tapi sekaligus mendalam. Biar saya praktek-kan secara sungguh-sungguh setiap saat”.

Menjawab pertanyaan seperti ini, sangat layak bila kita menengok kembali pedoman sederhana dari tetua kita di Pulau Bali. Jaman dahulu  sarana komunikasi tidaklah semudah sekarang. Tidak ada percetakan yang dalam sekejap bisa mencetak ribuan buku, tidak ada tv, tidak ada internet, dll. Terlebih lagi jaman dahulu banyak sekali orang yang buta huruf dan pola pikirnya sederhana. Sehingga oleh para tetua kita yang bijak, dalam berbagai segi ajaran dharma berusaha diajarkan sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan diingat, sehingga mudah juga dilaksanakan.

Cara Berpikir Paralel menurut ajaran Sat Guru Sivaya Subramuniyaswami

Sore ini saya mendapat kunjungan dari seorang pria yang sangat baik, di asrama saya di Srilanka. Dalam percakapan kami, saya merasa sangat kagum padanya yang mampu bertahan kuat sebagai seorang yang beragama Hindu. Dia mengatakan ”Ketika kamu yakin dan percaya pada agamamu, maka kamu akan kuat.” Zaman sekarang, banyak pemeluk Hindu di AS dan Eropa yang berasal dari India dan Srilanka ketika ditanyai, ”Apakah kamu beragama Hindu ?” maka mereka akan menjawab ”Tidak. Saya bukan beragama Hindu. Saya tidak terikat pada satu aliran. Universal. Saya adalah pengikut semua agama. Saya adalah bagian dari setiap hal dan juga bagian dari setiap orang, jadi tolong jangan klasifikasikan saya pada salah satu aliran manapun.” Apakah kata-kata ini yang pantas dikeluarkan oleh seseorang yang kuat keimanannya? Tidak. Ada banyak sekali jenis-jenis pemikiran yang seperti ini, yang membuat individu tersebut menjadi lemah. Agama seharusnya dijunjung tinggi di atas segalanya. Agama seharusnya dapat memberi kekuatan dan komitmen pribadi pada individu yang bersangkutan.

Karma sebagai Penyebab Utama Penyakit

Kemajuan ilmu kedokteran demikian pesatnya, penyakit yang dahulu tidak diketahui penyebabnya, kini telah ditemukan bahkan sampai pada tingkat molekuler atau tingkat DNA. Setiap kelaianan pada bagian tertentu dari untaian DNA dapat mengakibatkan gangguan terbentuknya protein seperti enzim, antibodi, hormon dan mediator lainnya, yang akhirnya dapat menimbulkan penyakit-penyakit tertentu seperti kerentanan terhadap infeksi, kelainan bawaan, penyakit gangguan mental, penyakit degeneratif, gangguan imunologis dan sebagainya. Mutasi gen, itulah jawabah yang samapi saat ini sering diungkapkan. Memang sudah dilakukan suatu proyek besar tentang pemetaan gen dari masing masing penyakit. Kembali muncul pertanyaan yang paling mendasar; "Kenapa pada seseorang terjadi gangguan untaian DNA atau mutasi, kenapa pada orang yang lain tidak. ?" Jawaban sementara karena faktor genetik dan pengaruh lingkungan seperti radiasi, nutrisi, polutant, bahan kimiawi dan sebagainya. Pengetahuan modern tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut secara tuntas, kekuatan dari siapakah yang melakukan mutasi pada DNA tersebut ?." Susunan tubuh manusia begitu rumit, jaringan fungsional tubuh manusia terdiri dari sel-sel, dalam setiap sel terdapat inti, dalam inti terdapat suatu pabrik yang amat rumit, seperti juga susunan alam semesta. Pabrik-pabrik dalam inti sel tersebut bekerja dengan teratur sekali sehingga dapat menjaga keseimbangan tubuh. Karena demikian rumitnya, sangat tidak masuk akal kalau hal tersebut terjadi akibat evolusi, apalagi dikatakan terjadi kebetulan. Ada suatu rencana yang agung oleh pencipta yang Maha Mengetahui terhadap hasil ciptaanNya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

CHAT WITH US HERE !

Ada pertanyaan atau ingin posting artikel di blog ini ?hubungi kami disini dengan

Bayu Wardana



Arya Wibawa

About Me

My Photo
Peradah Indonesia Kota Semarang
Om swastiastu, Kami Perhimpunan Pemuda HIndu Indonesia(DPK Semarang) sekretariat : Pura Agung Giri Natha, Jl. Sumbing no.12 Semarang
View my complete profile

wibiya widget