Powered by Blogger.
TULISAN TERPOPULER
-
Definisi Sembahyang Salah satu hakekat inti ajaran agama adalah sembahyang. Menurut kitab Atharwa Weda XI. 1.1, unsur iman atau Sraddha d...
-
( Om Nama Shivaya / Om Nama Sivaya / Om Nama Siwaya) merupakan mantra panca aksara yang secara khusus ditunjukan kepada Shiva / Siva / Siw...
-
Hai guys, udah tau belum kalau dalam agama Hindu ada 4 cara untuk menuju Tuhan (MOKSA) yang tidak ada di agama lain. Agama Hindu percaya aka...
-
Peradah DPP Jawa Tengah: Bhagawad Gita - Lengkap ( Bahasa Indonesia ) Bhagawad Gita - Lengkap ( Bahasa Indonesia ) Bhagawad Gita (Bahasa I...
-
Cakra yang berdaun bunga dua disebut Ajna, terletak di antara kedua alis mata dan memiliki aksara ham dan ksam. Pimpinannya disebut Sukla ...
-
1. ! Aplikasi mPeradah (tanya-jawab dan Doa Sehari-hari di HP & by sudane Download Now 2. ! eBook t...
-
Agama Hindu merupakan agama yang mempunyai usia tertua dan merupakan agama yang pertama kali dikenal oleh manusia. Agama Hindu pertama kal...
-
Hindu mengajarkan bahwa di keseluruhan alam semesta ini berlaku dua hukum semesta, yaitu Hukum Karma [hukum yang mengatur mahluk, jalan hi...
-
Om Swastyastu http://www.babadbali.com/canangsari/pa-catur-marga.htm Hindu mengenal 4 (empat) jalan (Marga) menuju kepada Tuhan (Hyang Wi...
-
Tempat suci adalah tempat yang dibangun secara khusus menurut peraturan-peraturan yang telah ditentukan secara khusus pula. Tempat suci adal...
Blog Archive
Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Sadhana sederhana ala tetua Bali by Rumah Dharma - Hindu Indonesia
Dalam kehidupan sehari-hari, pikiran dapat dimurnikan dengan keramahan dan kehangatan kepada mereka yang sedang bahagia, welas asih dan kebaikan kepada mereka yang sedang sengsara, mendukung dan membantu orang-orang yang baik hati, serta tidak menghakimi dan menilai [bersikap netral] kepada orang-orang yang kita rasa jahat atau salah.
[Yoga Sutra 1.33]
Ada seorang sahabat di Facebook yang datang kepada saya dan berkata, ”saya kurang memahami ajaran dharma, tolong berikan kepada saya cara sadhana [disiplin religius] yang sederhana dan mudah diingat, tapi sekaligus mendalam. Biar saya praktek-kan secara sungguh-sungguh setiap saat”.
Menjawab pertanyaan seperti ini, sangat layak bila kita menengok kembali pedoman sederhana dari tetua kita di Pulau Bali. Jaman dahulu sarana komunikasi tidaklah semudah sekarang. Tidak ada percetakan yang dalam sekejap bisa mencetak ribuan buku, tidak ada tv, tidak ada internet, dll. Terlebih lagi jaman dahulu banyak sekali orang yang buta huruf dan pola pikirnya sederhana. Sehingga oleh para tetua kita yang bijak, dalam berbagai segi ajaran dharma berusaha diajarkan sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan diingat, sehingga mudah juga dilaksanakan.
Mengapa di pura banyak terdapat figur-figur menyeramkan ?
- Di dalam pura-pura di Bali tidak hanya ada figur Hyang Acintya [yang tidak terpikirkan] dan dewa-dewi, tapi juga banyak ada figur-figur menyeramkan.
- Di Penataran Agung Pura Besakih palinggih kiwa [kegelapan, keburukan] dan tengen [kesucian, kebaikan] diletakkan sejajar dan kedudukannya sama.
- Kita mebanten tidak hanya ke "alam-alam luhur" tapi juga ke "alam bawah. Kalau orang yang tidak paham tattva yang termuat di dalamnya, kita bisa dikira memuja setan.
Pura secara fisik memang sarat dengan simbol-simbol seram, tapi bagai sadhaka yang bathinnya sudah terdisiplinkan dari sad ripu dan dari dualitas pikiran, akan dapat melihat rahasianya, untuk kemudian terkagum-kagum. Karena ciri manusia yang sudah menyatu dalam keheningan sempurna adalah tidak ada lagi yang perlu dilawan dan ditendang. Semuanya sudah mengalir sempurna sesuai dengan putaran waktunya. Bathinnya serupa ruang yang menyediakan tempat pada apa saja dan siapa saja untuk bertumbuh, serupa langit yang memayungi semuanya, serupa matahari yang menyinari semua tanpa memilih. Sehingga tidak saja manusia dan mahluk baik yang diberi tempat dan ruang, tapi semuanya diberikan tempat dan ruang.
- Di Penataran Agung Pura Besakih palinggih kiwa [kegelapan, keburukan] dan tengen [kesucian, kebaikan] diletakkan sejajar dan kedudukannya sama.
- Kita mebanten tidak hanya ke "alam-alam luhur" tapi juga ke "alam bawah. Kalau orang yang tidak paham tattva yang termuat di dalamnya, kita bisa dikira memuja setan.
Pura secara fisik memang sarat dengan simbol-simbol seram, tapi bagai sadhaka yang bathinnya sudah terdisiplinkan dari sad ripu dan dari dualitas pikiran, akan dapat melihat rahasianya, untuk kemudian terkagum-kagum. Karena ciri manusia yang sudah menyatu dalam keheningan sempurna adalah tidak ada lagi yang perlu dilawan dan ditendang. Semuanya sudah mengalir sempurna sesuai dengan putaran waktunya. Bathinnya serupa ruang yang menyediakan tempat pada apa saja dan siapa saja untuk bertumbuh, serupa langit yang memayungi semuanya, serupa matahari yang menyinari semua tanpa memilih. Sehingga tidak saja manusia dan mahluk baik yang diberi tempat dan ruang, tapi semuanya diberikan tempat dan ruang.
Kutipan dari Ashtavakara Gita : Kesadaran Murni by Rumah Dharma - Hindu Indonesia
Ashtavakara Gita atau Ashtavakara Samhita adalah salah satu kitab suci Hindu, yang ditulis dalam bentuk dialog antara Ashtavakara [seorang yogi yang sudah sadar] dan Janaka [raja Kerajaan Mithila].
JANAKA BERTANYA : Wahai yang maha mulia, bagaimanakah cara mencapai kebijaksanaan ? Dan bagaimanakah cara pembebasan terjadi ? Dan bagaimanakah ketidakterikatan dapat dicapai ? Tolong jelaskan kepadaku.
ASHTAVAKRA MENJAWAB : Wahai yang tersayang, jika kau ingin terbebaskan dari racun kesengsaraan yang disebabkan oleh berbagai nafsu, maka minumlah madu yang terbuat dari memaafkan, kepolosan, welas asih dan kebaikan, rasa syukur serta kejujuran dan kebenaran. Kau bukan bumi [prthivi], bukan udara [vayu], bukan api [agni], bukan air [apah] dan bukan ruang [akasha]. Untuk mencapai pembebasan, maka sadarilah dirimu sebagai "sang saksi", yang selalu menyadari segala sesuatu tanpa terikat olehnya.
Wahai yang berkesadaran luas, agama dan tidak beragama, kebahagiaan dan penderitaan : semua itu berasal dari pikiran. Semua hal itu bukanlah untukmu. Kau bukanlah subjek atau objek. Sejak semula kau telah berada dalam keadaan terbebaskan. Kau adalah "sang saksi" yang menyaksikan segala sesuatu. Dan pada hakekatnya kau selalu bebas. Kau menjadi terikat karena kau selalu melihat bahwa "sang saksi" itu berada di luar dirimu, bukan di dalam dirimu sendiri.
Jika kau berkata : "AKU adalah sang pelaku", maka berarti kau telah membiarkan ular hitam ego atau ke-AKU-an [ahamkara] mematuk dirimu. Dan jika
Be Without Mind ( No Translation )
http://www.yogeeshashram.org/blog/be-without-mind
Artikel ini sengaja tidak di terjemahkan dikarenakan adanya arti yang hilang bila nanti di terjemahkan. Silahkan dibaca dalam bahasa inggris saja. Trimakasih.
Om Shanti Shanti Shanti Om
This universe is called Brahmanda – the egg of Brahma. This universe consists of millions and millions of galaxies. Our own galaxy consists of thousands of suns. We have not been able to grasp our own galaxy yet. We don’t even know about our own solar system. Our knowledge is very limited. But we know that we have been given this human life after so many lives. Be grateful for this life. This human life gives you the opportunity to learn. Once you have come this far to acquire human form you don’t have far to go. It is like coming three quarters of the way. You have crossed most of the ocean. All you need to do is jump to get to the other side. It takes courage to jump. You lack courage to make that jump. Those who don’t follow spirituality will go back to the beginnings of life and will have to start from the lowest form of life again, like that of algae or amoeba. Human life presents you with a great tool, the mind to work with. Animals and plant life do not possess this tool except when they live with humans and start learning from them. By being around humans they can develop their mind in order to create the opportunity to become human one day. Do not lose the opportunity to learn becausethis life is very precarious. We are born, we grow up, we get married but we don’t know what tomorrow holds forus. Mahavira said, this life is like a drop of dew hanging at the end of the blade of grass. Any moment that drop can fall.
Artikel ini sengaja tidak di terjemahkan dikarenakan adanya arti yang hilang bila nanti di terjemahkan. Silahkan dibaca dalam bahasa inggris saja. Trimakasih.
Om Shanti Shanti Shanti Om
This universe is called Brahmanda – the egg of Brahma. This universe consists of millions and millions of galaxies. Our own galaxy consists of thousands of suns. We have not been able to grasp our own galaxy yet. We don’t even know about our own solar system. Our knowledge is very limited. But we know that we have been given this human life after so many lives. Be grateful for this life. This human life gives you the opportunity to learn. Once you have come this far to acquire human form you don’t have far to go. It is like coming three quarters of the way. You have crossed most of the ocean. All you need to do is jump to get to the other side. It takes courage to jump. You lack courage to make that jump. Those who don’t follow spirituality will go back to the beginnings of life and will have to start from the lowest form of life again, like that of algae or amoeba. Human life presents you with a great tool, the mind to work with. Animals and plant life do not possess this tool except when they live with humans and start learning from them. By being around humans they can develop their mind in order to create the opportunity to become human one day. Do not lose the opportunity to learn becausethis life is very precarious. We are born, we grow up, we get married but we don’t know what tomorrow holds forus. Mahavira said, this life is like a drop of dew hanging at the end of the blade of grass. Any moment that drop can fall.
Kalki Avatara
Marilah kita simak ramalan tentang kemunculan Kalki avatara, yang sering disebut sebagai avatara kesepuluh Sri Wishnu. Kalki avatara diramalkan akan muncul pada akhir jaman Kali Yuga, yang akan mengawali pergantian memasuki jaman baru, yaitu jaman Satya Yuga.
Evolusi Darwin? Teori klasik atas ketidakberdayaan agama yang dianutnya
Darimana manusia berasal? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Bagi kaum creationist, mereka yang percaya bahwa segala sesuatu di alam semesta ini adalah hasil ciptaan Tuhan, pertanyaan itu mudah dijawab. Dengan bekal keimanan atau sradhha pada uraian kitab suci, segera jawaban itu ditemukan. Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah menurut keimanan Islam. Manusia sekarang adalah keturunan dari mereka. Dalam kitab Bhagavata Purana 3.12.51-56, terdapat uraian tentang bagaimana Dewa Brahma menciptakan Manu dan Satarupa, yang kemudian diperintahkan untuk berketurunan, sehingga mereka adalah leluhur manusia.
Mengapa Butuh Guru?
"Mengapa kalian membutuhkan seorang Guru?", tanya seorang tamu Ashram kepada para siswa.
"Bila air hendak dididihkan, ia membutuhkan wadah sebagai media antara api dengan si air itu sendiri.", jawab seorang siswa secara analogis.¹)
***
Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita bertemu dan berinteraksi dengan seseorang yang sedemikian arogannya, yang tidak mau bertanya, tidak mau berguru karena takut digurui, takut kelihatan atau disangka bodoh, walaupun sebetulnya ia memang dungu.
Labels:
Spiritual
Subscribe to:
Posts (Atom)
CHAT WITH US HERE !
About Me
- Peradah Indonesia Kota Semarang
- Om swastiastu, Kami Perhimpunan Pemuda HIndu Indonesia(DPK Semarang) sekretariat : Pura Agung Giri Natha, Jl. Sumbing no.12 Semarang
wibiya widget
Tags
17an
2009
Agama
Alam
Amerta Sari
Artikel
Astrologi Bali
bhagawad gita
Bhakti
Budaya
Candi
Dharma
Dharma Santi
Dosa
Download
Ekonomi
Foto
Giri Natha
Hindu
Jadwal
Kalender Bali
Karma
Kebenaran
Kegiatan
Kejahatan
Kemah
Kembali Ke Hindu
KMHS
Krisis
Kunjungan
Lobha
Lokha Sabha
Makrab
Mantra
Marga
Meditasi
Mijen
Mind
Moha
Nyepi
Odalan
Organisasi
Pancawara
Pasraman
Penyakit
Peradah
Pertanyaan
Pura
Ramalan
Rohani
Sains
Santi
Saptawara
Saraswati
Seke Gong Puspa Giri
Senam
Seni
Siwa
software
Spiritual
SSC Band
Tahun Baru
Tari
Tirta Yatra
Tlogosari
Tuhan
Veda
Vedic
Wallpaper
Website Hindu
WHDI
Wuku
Yoga
