Powered by Blogger.

TULISAN TERPOPULER

Showing posts with label Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Tuhan. Show all posts

Kutipan dari Ashtavakara Gita : Kesadaran Murni by Rumah Dharma - Hindu Indonesia

Ashtavakara Gita atau Ashtavakara Samhita adalah salah satu kitab suci Hindu, yang ditulis dalam bentuk dialog antara Ashtavakara [seorang yogi yang sudah sadar] dan Janaka [raja Kerajaan Mithila].

 JANAKA BERTANYA : Wahai yang maha mulia, bagaimanakah cara mencapai kebijaksanaan ? Dan bagaimanakah cara pembebasan terjadi ? Dan bagaimanakah ketidakterikatan dapat dicapai ? Tolong jelaskan kepadaku.

ASHTAVAKRA MENJAWAB : Wahai yang tersayang, jika kau ingin terbebaskan dari racun kesengsaraan yang disebabkan oleh berbagai nafsu, maka minumlah madu yang terbuat dari memaafkan, kepolosan, welas asih dan kebaikan, rasa syukur serta kejujuran dan kebenaran. Kau bukan bumi [prthivi], bukan udara [vayu], bukan api [agni], bukan air [apah] dan bukan ruang [akasha]. Untuk mencapai pembebasan, maka sadarilah dirimu sebagai "sang saksi", yang selalu menyadari segala sesuatu tanpa terikat olehnya.

Wahai yang berkesadaran luas, agama dan tidak beragama, kebahagiaan dan penderitaan : semua itu berasal dari pikiran. Semua hal itu bukanlah untukmu. Kau bukanlah subjek atau objek. Sejak semula kau telah berada dalam keadaan terbebaskan. Kau adalah "sang saksi" yang menyaksikan segala sesuatu. Dan pada hakekatnya kau selalu bebas. Kau menjadi terikat karena kau selalu melihat bahwa "sang saksi" itu berada di luar dirimu, bukan di dalam dirimu sendiri.

Jika kau berkata : "AKU adalah sang pelaku", maka berarti kau telah membiarkan ular hitam ego atau ke-AKU-an [ahamkara] mematuk dirimu. Dan jika

4 Jalan Menuju Tuhan




Om Swastyastu


Hindu mengenal 4 (empat) jalan (Marga) menuju kepada Tuhan (Hyang Widhi) yaitu :

Catur Marga

Bhakti Marga; Bhakti Marga adalah usaha untuk mencapai Jagadhita dan Moksa dengan jalan sujud bakti kepada Tuhan. Dengan sujud dan cinta kepada Tuhan Pelindung dan Pemelihara semua makhluk, maka Tuhan akan menuntun seorang Bhakta, yakni orang yang cinta, bakti dan sujud kepada- Nya untuk mencapai kesempurnaan. Dengan menambah dan berdoa mohon perlindungan dan ampun atas dosa- dosanya yang pernah dilaksanakan serta mengucap syukur atas perlindungannya, kian hari cinta baktinya kepada Tuhan makin mendalam hingga Tuhan menampakkan diri (manifest) di hadapan Bhakta itu.

Tuhan memelihara dan melindungi orang yang beriman itu, supaya hidupnya tetap tenang dan tenteram. Jalan yang utama untuk memupuk perasaan bakti ialah rajin menyembah Tuhan dengan hati yang tulus ikhlas, seperti melaksanakan Tri Sandhya yaitu sembahyang tiga kali dalam sehari, pagi, siang, dan sore hari dan bersembahyang hari suci lainnya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

CHAT WITH US HERE !

Ada pertanyaan atau ingin posting artikel di blog ini ?hubungi kami disini dengan

Bayu Wardana



Arya Wibawa

About Me

My Photo
Peradah Indonesia Kota Semarang
Om swastiastu, Kami Perhimpunan Pemuda HIndu Indonesia(DPK Semarang) sekretariat : Pura Agung Giri Natha, Jl. Sumbing no.12 Semarang
View my complete profile

wibiya widget