Kata “Galungan” berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang
atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan Dungulan, yang juga
berarti menang. Karena itu di Jawa, wuku yang kesebelas disebut Wuku
Galungan, sedangkan di Bali wuku yang kesebelas itu disebut Wuku
Dungulan. Namanya berbeda, tapi artinya sama saja. Seperti halnya di
Jawa dalam rincian pancawara ada sebutan Legi sementara di Bali disebut
Umanis, yang artinya sama: manis.
Agak sulit untuk memastikan
bagaimana asal-usul Hari Raya Galungan ini. Kapan sebenarnya Galungan
dirayakan pertamakali di Indonesia, terutama di Jawa dan di daerah lain
khususnya di Bali.
Drs. I Gusti Agung Gede Putra (mantan Dirjen
Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama RI) memperkirakan, Galungan
telah lama dirayakan umat Hindu di Indonesia sebelum hari raya itu
populer dirayakan di Pulau Bali. Dugaan ini didasarkan pada lontar
berbahasa Jawa Kuna yang bernama Kidung Panji Amalat Rasmi.


